Minggu, 11 Maret 2012

ATACAMA, GURUN TERKERING DI DUNIA

Gurun Atacama berupa dataran tinggi di Amerika Selatan, terletak di 4 Negara yaitu Chili, Peru, Bolivia menempati wilayah seluas 40.600 mil² (105,000 km²) membentang dari utara ke selatan di sepanjang pantai Samudera Pasifik. Di sisi timur gurun ini membujur pegunungan Andes yang menjadi bagian dari pegunungan sirkum pasifik. Menurut peneliti NASA dan National Geographic, Atacama adalah gurun paling kering di dunia, bahkan Dr Tibor Dunai dari Edinburgh, Inggris, melakukan penelitian di tempat ini dan melaporkan ada lokasi di Atacama di mana tidak setetes hujan telah dicatat manusia.

Peneliti Universitas Edinburgh juga telah mempelajari sebuah lembah sungai kering dan menyimpulkan lembah sungai tersebut tidak di aliri air selama 120.000 tahun. Kondisi Gurun Atacama yang super kering ini menarik minat ilmuwan Skotlandia untuk mengkajinya. Wilayah Hyper-kering ini memiliki kelembaban kurang dari beberapa puluh milimeter per tahun dan hanya disebabkan oleh kabut.

Sebuah tim ilmuwan dari NASA, Universidad Nacional Autonoma de Meksiko, Louisiana State University dan beberapa organisasi penelitian lain menemukan petunjuk mengapa misi ke Mars di masa lalu gagal untuk mendeteksi kehidupan. Hasilnya dipublikasikan di majalah Science dalam sebuah artikel berjudul "Mars seperti Tanah di Gurun Atacama, Chili, dan Batas Kering Kehidupan mikroba. Di bagian paling kering di gurun Atacama, tim peneliti melakukan percobaan untuk menemukan berbagai jenis kehidupan tingkat rendah, namun tidak ditemukan bukti adanya kehidupan. Para ilmuwan menyebut penemuan itu "sangat tidak biasa" di lingkungan yang terpapar ke atmosfer.

Struktur Geologis

Struktur geologis Atacama berupa peregangan kerak bumi sejauh 600 mil (1.000 kilometer) dari perbatasan selatan Peru ke Chile utara menyebabkan Gurun Atacama naik dari garis pantai dengan struktur batuan sedimen dari Pegunungan Andes. Dataran ini tergolong dataran sangat tua, lebih tua dari lembah kering Antartika (10-11 juta tahun) dan padang pasir Namib di Afrika (5 juta tahun). Temuan ini disimpulkan melalui percobaan sains dengan mengukur perubahan butir sedimen yang disebabkan oleh paparan sinar kosmis, partikel energi tinggi yang mencapai Bumi dari ruang angkasa.

Faktor penyebab keringnya Gurun Atacama

Beberapa ilmuwan NASA dan lembaga penelitian lain mengungkapkan bahwa "Asal usul kegersangan di Atacama berhubungan dengan pembentukan laut (samudera) antara Amerika Selatan dan Antartika, dan antara Australia dan Antartika. " arus upwellings air laut yang dingin di pantai barat Amerika Selatan menyebabkan Air laut tidak membentuk uap air". Dampaknya curah hujan sangat kecil dan hanya jatuh disepanjang garis pantai tidak mencapai dataran gurun Atacama. Daerah sepanjang pantai inilah yang sekarang banyak di huni manusia yang tinggal di kota-kota pesisir, kota-kota oasis dan desa-desa nelayan. Tim astronom internasional juga membangun observatorium di pantai Atacama. di ujung utara tumbuh buah zaitun, tomat, dan mentimun dengan tetes-sistem irigasi, pemusnahan air yang langka dari akuifer. Di daerah penduduk asli Keturunan pra-Columbus (kebanyakan Aymara dan Atacama Indian) tumbuh tanaman llama dan alpacas.

Faktor lainnya karena di bagian sisi timur Gurun Atacama membentang pegunungan Andes yang menghalangi curah hujan dari lembah timur dan Pantai timur dataran Amerika Selatan. Gurun Atacama berupa daerah bayangan hujan sehingga angin yang bertiup di daerah ini berupaa angin jatuh panas/angin fohn.

Sumber: National Geographic, BBC News, Wikipedia
Load disqus comments

1 komentar: